Skip to main content

aku kehilangan kelelakianku

Aku berjalan agak berbungkuk, napasku memburu cepat menangkap udara, mataku nanar menatap kedepan, kakikupun kulangkah pendek tapi cepat mendekati lari. Tapi tangan kananku tetap saja kumasukkan kedalam kantong jaket tebal hitam dari kulit, serta tangan kiri yang sesekali mengusap keringat dingin yang mulai berganti dengan keringat asin tanda tubuh mulai memanas.
Aku masih sibuk untuk berpikir dengan hati, saat sesekali jantungku berdebup kencang dan darahku dikompa dengan deras melewati kedua belah bilik jantungku. Lalu respon yang terjadi kadang tidak sama dengan sensasi yang kurasa dibagian lain dari dadaku, saat irama yang semula santai mulai berdetak dengan cepat. Kurasa memang ini biasa atau kalaupun tidak normal, ini merupakan sebuah perwujudan obsesi seorang pemuda lajang tak beristri …
Tidak! Pisau dari nuraniku menikam hatiku lagi, membuat perih dan borok luka kembali dibuat sembari tak lupa kepedihan yang teramat mulai menggelayap dipunggung membuat bulu kuduk berdiri seperti baru saja mendengar cerita hantu. Ini tidak mungkin pikirku, ini tidak harus kulakukan dikala kehidupan memang lagi dilingkupi dengan rasa kesepian yang tak berhingga.
Aku tidak serius dan tidak siap untuk ini! Demikian teriak hatiku keras keudara yang kemudian menguap bak asap.
Lalu kakiku pun terus melangkah menyusuri jalanan beraspal tapi gelap, membawa tubuhku membelah angin malam yang menyelusup diantara kancing jaket yang kubuka separuh karena mulai kepanasan tubuhku terasa.
Lalu tiba akhirnya ku di depan pintu itu …
Kuraih segera dompet tipis hitam penuh bopeng putih yang terselip disaku belakang celana jeans murahan dari pasar malam pinggir kali, kuteliti dengan penuh nafsu sembari nafas semakin cepat tak berirama, dengan suara napas bergelora yang terasa panas, yang kini memenuhi kepala serta membuat mataku dipenuhi kunang-kunang laknat yang semakin banyak.
Apa aku siap pikirku? Apa ini yang memang aku inginkan? Apa ini akhir penantian itu? Tidak haruskah aku menunggu lebih lama lagi? Tidakkah ini akan melanggar pendirianku sendiri tentang makna hidup sebagai seorang lelaki bertanggung jawab, seorang pemuja maskulinitas dan kejantanan lelaki, seorang penggaul rasa bebas seluas samudra biru tak bertepi, seorang pencinta hidup kebebasan sejati, yang ironisnya didera rasa kesepian abadi!
Tapi dengan mantap kuambil selembar kertas kasar berwarna merah dan masuklah ku dengan mantap kedalam rumah itu …
Dan hingga saat ini akupun tak ingat lagi apa yang telah aku lakukan, selain keperkasaan yang hilang dari pandanganku, serta keinginan untuk hidup yang kini berganti menjadi kemunafikan, menjadi sebuah pertanyaan besar tentang kekuatan, karena sudah aku serahkan hartaku yang paling kujaga kepada Mak Erot, tukang urut spesial salah urat langganan teman kantorku. Ah akhirnya rusak sudah perwujudan egoisme seorang lelaki milikku, yang dulu pernah bersumpah untuk menyerahkan perbaikan tubuh hanya kepada proses alam dan kekuatan lelaki sejati …
* seperti yang diceritakan kepada bisaku oleh seorang petualang sejat

Popular posts from this blog

Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth?

 Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth? Rachmatunnisa - detikInet Monday, 03 Feb 2025 20:02 WIB Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Photo: Godzilla - 2014 (doc. imdb.) Jakarta- During the 3.5 billion years of life on Earth, the most gigantic creature created on this planet and surviving until now is the blue whale. Weighing 150 tons and 30 meters long, the blue whale is truly a giant creature. Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Maximum Cell Growth Size From small things, big things grow, including single cells of living things. For your information, most self-replicating cells throughout the biosphere can only be seen with the aid of a microscope. The maximum growth size of a single cell involves various reasons, and all of them are based on principles embedded in chemistry and geometry. For example, the ratio of an object'...

Daftar harga HP Samsung galaxay a14 murah meriah 2024

  Daftar Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru Maret 2024 dan Spesifikasi 3.3 Semua   6/128GB RAM 6 GB, Resolusi Kamera 50 MP, Ukuran Layar 6.6 inch, Kapasitas Baterai 5000 mAh Lihat selengkapnya > Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru RAM 6GB ROM 128GB Rp 2.035.755

5. Reasons for the rejection of the TNI Bill

 Based on Tempo's monitoring, students who took part in the demonstration had to retreat towards Senayan Park. The police officers who walked carried tactical shields and batons. There were also police officers using two-wheeled vehicles carrying tear gas launchers. The police flanked two roads, first from the direction of Senayan Park, then from the direction of the Petamburan flyover. The students finally split into various directions such as Senayan Park, the flyover towards Semanggi and the S. Parman toll road. Tempo also monitored that several students were arrested by the police. The officers who used two-wheeled vehicles chased the protesters. Two motorbikes belonging to the demonstrators were forced to be abandoned by them so as not to be caught by the police. 5. Reasons for the rejection of the TNI Bill The ratification of the TNI Bill was rejected, one of which was from the Indonesian Caucus for Academic Freedom (KIKA). In an online press conference titled “Legislative Cr...