Aku lelah, bukan karena ingin menyerah …
Hatiku pilu, bukan karena patah hati;
Tapi dimana perhentian ini berlaku, ini yang buatku tersedak
Terduduk pada kursi pesakitan, tempat pesakitan para pekerja
Tempat perkosaan pemikiran berlaku
Tanpa ada tempat untuk mengadili, serta tiada saat untuk bertahan;
Selain diam tanpa daya;
menunggu vonis mati dari para tuhan tanpa nama
Yang saling bersenggolan memberi upeti di bawah meja
Apa memang semua harus berlalu tanpa harus ada pertalian kembali
Atau memang ada jalan untuk kembali segarkan diri
Kembangkan sikap untuk peduli dan mencari sekedar sebuah pembenaran
Tentang pertanyaan kemana sebenarnya engkau inginkan aku pergi
Ah, apa aku harus maju dan meraih apa yang tlah ada,
atau aku harus pergi menuju arah yang berbeda darimu
Dan tiada kembali lagi
Hatiku pilu, bukan karena patah hati;
Tapi dimana perhentian ini berlaku, ini yang buatku tersedak
Terduduk pada kursi pesakitan, tempat pesakitan para pekerja
Tempat perkosaan pemikiran berlaku
Tanpa ada tempat untuk mengadili, serta tiada saat untuk bertahan;
Selain diam tanpa daya;
menunggu vonis mati dari para tuhan tanpa nama
Yang saling bersenggolan memberi upeti di bawah meja
Aku sadar kini dalam kemabukanku tentang kita;
Aku sadar kini tentang kekuatiranmu tentang diriku;
Aku bisu tuli tentang riak kecil dalam hatimu;
Akal sehat ku berlalu dari hati, tercabut dari tempat seharusnya
Lalu apa maumu kini?Aku sadar kini tentang kekuatiranmu tentang diriku;
Aku bisu tuli tentang riak kecil dalam hatimu;
Akal sehat ku berlalu dari hati, tercabut dari tempat seharusnya
Apa memang semua harus berlalu tanpa harus ada pertalian kembali
Atau memang ada jalan untuk kembali segarkan diri
Kembangkan sikap untuk peduli dan mencari sekedar sebuah pembenaran
Tentang pertanyaan kemana sebenarnya engkau inginkan aku pergi
Ah, apa aku harus maju dan meraih apa yang tlah ada,
atau aku harus pergi menuju arah yang berbeda darimu
Dan tiada kembali lagi