Aku memilihmu,
bukan karena aku yakin …
tapi karena aku bodoh percaya dengan roman percintaan
aku mengiginkanmu karena,
aku yakin cintaku akan berjalan
bak gunung dan lembah yang memabukkan
Tapi ternyata semuanya ini
tiada berujung pada percintaan sejati
karena yang muncul kembali di hatiku adalah
percintaan satu malam di tempat paling keji
disuatu sudut belantara dunia paling kelam
aku,
karena aku lelaki brengsek
yang terlahir dari liang rahim penggoda
dari cinta yang tiada jelas siapa lelakinya …
aku,
memutuskan diri untuk menyerah dan lari
tapi dunia tiada pernah mau tahu
masa laluku selalu menjadi hantu …
ah, tolong maafkanlah …
disaat ku tahu kau mau tulus menerima diriku,
aku telah berpaling dan kalah dengan ketakutanku
lalu memilih untuk lari dan menjadi serigala kembali
—————————————————————
Kadang kita berpikir begitu kurang dan bahkan menjadi orang terhina saat berjalan dengan sepatu kulit butut yang tidak mengkilat bak kaca lagi, sampai kemudian kita melihat seorang lelaki tua berjalan di atas aspal hitam jalanan yang sangat panas tanpa menggunakan alas kaki apapun, selain kulit kakinya yang telah menua.
Seperti diceritakan seorang teman!
Thanks sobat, teruslah berjuang untuk hidup, karena gadis Pendeta itu selalu menunggumu untuk kembali lagi satu hari nanti…
bukan karena aku yakin …
tapi karena aku bodoh percaya dengan roman percintaan
aku mengiginkanmu karena,
aku yakin cintaku akan berjalan
bak gunung dan lembah yang memabukkan
Tapi ternyata semuanya ini
tiada berujung pada percintaan sejati
karena yang muncul kembali di hatiku adalah
percintaan satu malam di tempat paling keji
disuatu sudut belantara dunia paling kelam
aku,
karena aku lelaki brengsek
yang terlahir dari liang rahim penggoda
dari cinta yang tiada jelas siapa lelakinya …
aku,
memutuskan diri untuk menyerah dan lari
tapi dunia tiada pernah mau tahu
masa laluku selalu menjadi hantu …
ah, tolong maafkanlah …
disaat ku tahu kau mau tulus menerima diriku,
aku telah berpaling dan kalah dengan ketakutanku
lalu memilih untuk lari dan menjadi serigala kembali
—————————————————————
Kadang kita berpikir begitu kurang dan bahkan menjadi orang terhina saat berjalan dengan sepatu kulit butut yang tidak mengkilat bak kaca lagi, sampai kemudian kita melihat seorang lelaki tua berjalan di atas aspal hitam jalanan yang sangat panas tanpa menggunakan alas kaki apapun, selain kulit kakinya yang telah menua.
Seperti diceritakan seorang teman!
Thanks sobat, teruslah berjuang untuk hidup, karena gadis Pendeta itu selalu menunggumu untuk kembali lagi satu hari nanti…