Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

masjid istiqlal penuh cinta

Selama ini aku mengenal hanya lewat tv Atau sepotong kertas gambar... Bangunan megah berbingkai model lama bertingkat gagah tinggi luas bahkan terlihat bersih nyman dan sejuk dengan taman2 enghijau di sekitar.... Berbeda demgan masjid2 yang aku jumpai sela i.o aku berenang dalam lautan cintanya..setitik kehendak untuk bertemu dengannya..di sambut dengan luar biasa ku rasakan semakin ringan langkahku setelah melakukan peribadatan Di sebelahku sholat dari sebelah barat nampak muda-mudi sedang mengaji qur'an lumYan banyak pesertanya mereka adalah harapan masA depan islam... Di bangunan yang megah ini tidak ada setatus sosial semua sama di hadapan allah dan allah menerima zetiap hambanya yang berta u di rumahmya ... Tuhan di pintu rumahmu ini aku mengetuk ada sejumput keinginan yang ingin aku sampIkan Ada sekeranjang kerinduan yang mengwtuk jiwa nuraniku.. Aku luluh bersimpuh di hadapanmu aku limbung dAlam lautan doa yang aku ciptakan zendiri sejenak kutTap keleluasaan i...

bertanya pada malam

Takan aku bertanya lagi pada malam Tentang sebaris impian yg tlah pudar Tentang sebait kelukaan yg kini mulai mengering Dan tentang dirinya yg kini terhembus dari benak, tanpa meninggalkan bekas Seraup asa baru bernyanyi indah di relung hati Melukis seuntai senyuman jiwa, penghias langkah perjalanan esok nanti You are the heart of this flower fragrances space Thou like a ballad song of my soul Memerdu meet all over my blood stream Revived a piece of liver that had fallen pancangkan again sliver of hope that collapsed When I fell and limping in solitude When all my thoughts are already upset Rout AKu Memang Tak Pernah tau Kemana Suratan Takdir Akan Membawa Ku Pergi Menyusuri lekuk lekuk Terjal Tebing Kehidupan ini Kadang Kerap Kubertanya Sanggup Kah diri ini Mendengarkan suara"  yang Kerap Menggoyahkan pancang yang tertanam ?? I've never been tau Where Manifest Destiny Will Carry Me Go Along the curve of the curve of Steep This life cliff Often times I said: This self ...

bait resahku

If my Catapult All Bait Resahku In the wind was not my wish Complain About Colour my life Or Tell on Laraku But my only wish Talking About Inline Tenderness Face And Warmth blob Mesra Caress your hand I'm sure You Tau and Understand this self I Told You very Understand About rhythms think implicit tip My mind Although not wanted You to Read while asleep lap twilight Jika Ku Melontarkan Semua Bait Resahku Pada Angin Bukan Ku hendak Mengeluhkan Warna hidupku Atau Mengadukan Perihal Laraku Tapi Ku hanya ingin Berbicara Tentang Sebaris Kelembutan Tatap Dan Segumpal Kehangatan Mesra Elus TanganMU Ku yakin Engkau Tau dan Mengerti tentang diri ini Ku Tau Engkau sangat Mengerti Tentang irama fikir yang tersirat diujung Benakku Meski tak kuinginkan Engkau Membacanya sambil terlelap dipangkuan senja

aku adalah aku

Aku adalah aku yang berbeda.. Aku adalah aku yang tak lagi kemarin.. Aku adalah sisi kehidupan yang tak terpenuhi.. Aku adalah aku yang hidup akan kebebasan.. Aku terima mimpi yang ada.. Menjalani mimpi yang sangat berarti.. Dan semua penghambat ku selesaikan.. Aku dan mimpi akan menjadi kenyataan.. Janganlah mereka ada.. Karena aku akan menjadi bukan aku adanya.. membayangkan saja ku tak bisa.. Namun saat bersamaMu.. Kau pulihkan semua resah.. Kau pulihkan semua kegundahan hati.. Tenang dan tenang.. Hanya Kau saja yang sangat mengerti hati ini.. Dan itu semua karna kasihMu..

senja ku sendiri

Senja sore ini ... Sendiri duduk termenung Ketika hati ini harus bergetar dan berdebar kembali Jauh ku melayang menerpa ke atas awan Ada wajah yang tak pernah pergi Serta seutas nama yg selalu mendiami hati Yang menjadi penyemangat diri 'tuk lalui hari-hari Meski ku tau ku tak kuasa menggapaimu Tapi tetap ku biarkan kau mendiami seluruh taman harapan Ku biarkan perasaan ini merekah indah Diantara ... harap dan nyata ... Senja hampir tenggelam Disini ... Aku setia melihatmu pergi Aku hanya ingin menangkap bayang bayang Meski tak tersentuh Tapi jelas terlihat Senyum itu, canda itu ... Masih menghiasi benakku Seolah kau hadir dan menari-nari dengan jariku Menghiasi ruang berandaku Kala senja tenggelam Aku pun terhanyut dengan gelapnya Tak ku temukan cahaya Meski  bulan bintang menghiasi malamku Hanya kepadamu senja Aku rindu ... by ilalang

rintik yang dingin

Rintiknya tak kunjung reda Tajamnya tidak hanya menusuk  bumi Tapi juga menyayat hatiku Seperti rindu yang terus saja membulir, tak berhenti bergulir Meninggalkan sayatan-sayatan panjang di relung Perih ... meski tanpa tetesan darah Wahai dingin ... Jangan kau bekukan kerinduan di antara kami Karna dia s'lalu hadir dalam mimpi-mimpi Getarkan dawai-dawai cinta dalam hati Nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi Mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara Berikan aku setangkai kelembutan jiwa Disini ... Aku masih terdiam Aku masih berpikir Berpikir dan terus berpikir Tak tau apa yang terpikir lagi Tapi ku ingin berpikir Apa yang dapat terpikir Memikirkan apa yang harus terpikir Mungkin aku bisa berpikir Jika tau apa yang ku pikirkan Tapi apa yang aku pikirkan Masih tak terpikirkan juga dalam benakku

coretan tragis hidupku

Coretan tragis cerita hidup Ku anyam hari dan malam dalam nyanyian Kurajut waktu dengan darah  Tak habis menimpukku batu demi batu kepalsuan Nurani terbuang terhempas lepas Relakan jatuh terkubu nestapa Hati melepuh berbisik merintih Seakan terkuras tangisan lirih Ribuan kata ... Tak akan mampu menuturkan duka yang kualami Jutaan rasa ... Tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa Ratusan purnama ... Tak akan mampu menggantikan hari-hariku yang telah lalu Ku nikmati kesendirian ini bersama jiwa Yang membusuk mati Bersama gelap yang antarkanku dalam khayal Berharap tersisa tempat dalam mimpi untukku Berinspirasi, menari-nari bersama pena dan Lembaran kertas putih Aku yang sendiri hanyut Dalam buaian indah jutaan puisi by ilalang