Rintiknya tak kunjung reda
Tajamnya tidak hanya menusuk bumi
Tapi juga menyayat hatiku
Seperti rindu yang terus saja membulir, tak berhenti bergulir
Meninggalkan sayatan-sayatan panjang di relung
Perih ... meski tanpa tetesan darah
Wahai dingin ...
Jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
Karna dia s'lalu hadir dalam mimpi-mimpi
Getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
Nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi
Mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara
Berikan aku setangkai kelembutan jiwa
Disini ...
Aku masih terdiam
Aku masih berpikir
Berpikir dan terus berpikir
Tak tau apa yang terpikir lagi
Tapi ku ingin berpikir
Apa yang dapat terpikir
Memikirkan apa yang harus terpikir
Mungkin aku bisa berpikir
Jika tau apa yang ku pikirkan
Tapi apa yang aku pikirkan
Masih tak terpikirkan juga dalam benakku
Tajamnya tidak hanya menusuk bumi
Tapi juga menyayat hatiku
Seperti rindu yang terus saja membulir, tak berhenti bergulir
Meninggalkan sayatan-sayatan panjang di relung
Perih ... meski tanpa tetesan darah
Wahai dingin ...
Jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
Karna dia s'lalu hadir dalam mimpi-mimpi
Getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
Nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi
Mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara
Berikan aku setangkai kelembutan jiwa
Disini ...
Aku masih terdiam
Aku masih berpikir
Berpikir dan terus berpikir
Tak tau apa yang terpikir lagi
Tapi ku ingin berpikir
Apa yang dapat terpikir
Memikirkan apa yang harus terpikir
Mungkin aku bisa berpikir
Jika tau apa yang ku pikirkan
Tapi apa yang aku pikirkan
Masih tak terpikirkan juga dalam benakku
