DI POJOK LAMPU MERAH
Gerilya peluh
menjamah usungan tandu beras..
butiran asa menanti
esok, tanak ditempatnya..
Lampu merah tegal lega,
tempat menggantung mimpi..
dibakar bulatan
karang tekadmu tak resah,
dihadang lelah
memanggul matahari di tiga sisi..
Aku tahu..,
bukan iba maksudmu..
atas tetabuhan genderang siang..
memecah terik,
bersaing lengking pipa berasap..
Menghilang diterpa deru angin dan mesin,
lamban suaramu kembali..
Hentak kakimu panas melindas
jalanan aspal tanpa alas..
saat kau semat mimpi yang tak pernah berjanji..
Diantara lalu lalang kotak kotak besi,
menawar kepingan logam dalam jinjingan..
memenuhi takdir,
mengharap esok kembali..
Dalam gemericik gemericik bulatan
lempeng, mengharap sembulan angan
selembar kertas..
serupa panen jamur tiram
dikantong plastik tak bertuan..
Wujudkan mimpi menggantung,
dilampu merah tegal lega bandung..
Gerilya peluh
menjamah usungan tandu beras..
butiran asa menanti
esok, tanak ditempatnya..
Lampu merah tegal lega,
tempat menggantung mimpi..
dibakar bulatan
karang tekadmu tak resah,
dihadang lelah
memanggul matahari di tiga sisi..
Aku tahu..,
bukan iba maksudmu..
atas tetabuhan genderang siang..
memecah terik,
bersaing lengking pipa berasap..
Menghilang diterpa deru angin dan mesin,
lamban suaramu kembali..
Hentak kakimu panas melindas
jalanan aspal tanpa alas..
saat kau semat mimpi yang tak pernah berjanji..
Diantara lalu lalang kotak kotak besi,
menawar kepingan logam dalam jinjingan..
memenuhi takdir,
mengharap esok kembali..
Dalam gemericik gemericik bulatan
lempeng, mengharap sembulan angan
selembar kertas..
serupa panen jamur tiram
dikantong plastik tak bertuan..
Wujudkan mimpi menggantung,
dilampu merah tegal lega bandung..
