tapi dia melepaskannya dengan tergesa ~
Engkau telah menuliskan rasa ini pada kenangan
tapi dia merobek anganmu dengan kasar ~
.............Dan engkau telah menyimpan rasa ini pada alamnya
tapi dia menghapusnya dengan gusar ~
Bila itu benci yang menganga rasa sakit
dan tak pernah surut dengan dendam .........
Tanyakan saja ,
bagaimana dengan hatinya sendiri ?
yang selalu berjalan -jalan tak tentu arah .........
Tapi kamu tetap memungut rasa ini tanpa jenuh dan lelah ........
"Biar saja Tuhan yang menunjukkan arahnya nanti ,
bukan dia yang seolah mematikan rasa ."
katamu.......May ~
Kamu panggil namanya dalam doa di setiap helai nafasmu ,
yang menggelatar dalam dada .
Walau seperti bodoh rasa ,
tapi kamu tetap saja tak perduli ........