BUKU AKAN SENANTIASA DIAM MENYIMPAN SEMUA KEKAYAAN NYA, MESKIPUN TERLUPAKAN DAN TIDAK TERJAMAH.
DITULIS OLEH: SAYA. yandi piliang
Konon Katanya menurut khabar, di Negara Maju itu Masyarakatnya lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk "Membaca" sehingga Pustaka-pustaka Umum tidak lagi menjadi Bangunan Mati tanpa Pengunjung.
Di Sini(Indonesia), rata-rata Pengunjung Pustaka Umum yang disediakan Pemerintah tidak pernah mampu untuk menarik Minat Baca Masyarakat dengan hasil Signifikan alias masih tetap sangat jauh di bawah harapan Minat Baca sebagai upaya untuk Mencerdaskan Bangsa.
Kenapa?
Ternyata di sana(diluar sana) Pustaka dikelola secara profesional sehingga Pustaka menjadi menarik dan bahkan telah dijadikan Semacam Taman sehingga Membaca kemudian menjadi menarik dan lalu dijadikan Agenda Wajib oleh masyarakatnya untuk mengisi Waktu Liburan(rata-rata masyarakat moderen Jepang menghabiskan Dua Jam di Pustaka setiap hari minggu).
Nah, jika pengelolaan Pustaka disini mampu mengikuti irama atau setidaknya, bisa meniru ide meskipun tidak bisa melewati kecemerlangan logika mereka, maka sepuluh tahun yang akan datang Manusia Indonesia sudah tidak lagi mudah untuk di provokasi dengan isu-isu samar, maka masyarakat 'Petani' Indonesia sudah tidak lagi menjadi masyarakat yang diketiga kan sebagai Masyarakat Golongan 'Ter'bawah yang hanya menerima Nilai Hasil dari produksi mereka dengan harga yang ditentukan oleh 'Kartel'.
Ironisnya, kemudian mereka yang hanya 'Menunggangi' sebagai Tangan Kedua bagi petani itu justru Meraih Kekayaan hanya dengan usaha sebagai Reseler Produk Pertanian tersebut.
Maka dengan banyak membacalah yang akan membawa masyarakat menuju Tatanan Masyarakat Modern dengan Kekayaan Intelektual yang akan menjadi Sandaran Sikap dari setiap Pola Pikir dalam menentukan putusan-putusan. Sehingga Petani bukan lagi hanya sebagai sekumpulan masyarakat bawah yang hanya bisa menanam dan menanam saja.
Karena Kita sama-sama merindukan Struktur Masyarakat Indonesia Modern maka Membaca akan mampu menjembatani ke arah itu.
"Buku akan senantiasa diam menyimpan semua kekayaannya meskipun terlupakan dan tidak terjamah.

Juga pengalaman saya disana generasi mudanya membaca lebih banyak melalui iPad, dan tablet ketimbang 5 tahun lalu perpustakaan disanapun nampak hanya spt musium. Generasi zaman now memindahkan perpustakaan ke dalam bentuk digital. Zaman selalu memiliki cirinya sendiri.
ReplyDeleteMembaca tetap sangat penting walau telah berevolusi beda.
membaca memang sangat penting ,,,,bagaimana cara menanamkan kepada generasi muda untuk bisa tetap semangat membaca,,?
DeleteBagus jika di terapkan
ReplyDelete