gEMURUH JIWA BERSAUH HUJAMAN DALAM PADA JANTUNG HATI.
KISAHKU.
Aku mengawali kisahku dari kerlingan mata nakal. Canda yang ternyata menumbuhkan rasa. Lalu aku terjerat ketidak sengajaan itu hingga sulit melepas diri dari sekatnya, walaupun diingatan sudah tidak lagi sekuntum rindu dan telah tidak mungkin melanjutkan kisah usang nan itu. Namun untuk berlari menjauh, pijakanku selalu saja tak pernah bisa tanggal dari bayangannya.
Aku mengawali kisahku dari kerlingan mata nakal. Canda yang ternyata menumbuhkan rasa. Lalu aku terjerat ketidak sengajaan itu hingga sulit melepas diri dari sekatnya, walaupun diingatan sudah tidak lagi sekuntum rindu dan telah tidak mungkin melanjutkan kisah usang nan itu. Namun untuk berlari menjauh, pijakanku selalu saja tak pernah bisa tanggal dari bayangannya.
Pernah suatu ketika aku mengalah. Meraih anak-anak tangga harapan sekedar menggapai sisi hatinya lagi. Namun ia telah membatu diam tak bergeming. Bahkan dengan tetesan hujan airmata sekalipun.
Pernah pula aku berlari. Melempar kepingan hambar bayangan retak itu ke dalam cukam pendustaan
kehendak diri, namun angin selalu saja tak pernah diam menampar daun-daun rindu itu lagi.
Aku dilema antara kehendak buntu dan penolakan hasrat. Diantara jeruji hati ku penjarakan mimpi. Lalu tangisannya pecah seumpama malam menguak dari sekepulan ratapan hingga rintihan buyarkan keheningan itu.
Lalu kepada apa hendak ku lampiaskan gemuruh jiwa bila malam tak lagi melenakan mimpi bersauh mabuk kerinduan. Sedangkan untuk mencampakkan setumpuk asa itu adalah hunjaman dalam pada jantung hati.
APA PUN ITU,SEGALA SESUATU ADA HIKMAH NYA.
Dan, begitulah hidup itu. Disaat Tuhan tidak berkehendak atas sesuatu yang Kita inginkan, maka akan ada saja halangan dan rintangan sebagai sebab untuk tidak terwujudnya hal tersebut bagi Kita.
Selamat Sore.
Hidup itu, indah. Meskipun dari pahitnya kisah sekalipun selalu tersimpan makna bila Kita mengerti cara menghayatinya. Maka dengan kepahitan itulah kita kemudian memahami kemanisan.
Untuk itu, tersenyumlah. Bahwa semua ada hikmahnya.
Untuk itu, tersenyumlah. Bahwa semua ada hikmahnya.
by yandi piliang


Comments
Post a Comment