Skip to main content

selalu ada dua mata dalam satu wajah


GIVE ME YOUR HEART AND YOUR SOUL. Saya akui bahwa saya memang tidak terlalu aktif dalam pergaulan Tatap Wajah meskipun saya juga bukan terlalu Kurang Pergaulan. Ada, tapi tidak terlalu banyak. Bagi saya segala sesuatunya harus Under Control. Saya menyebutnya The Self Manage. Bahwa ada masa untuk kebersamaan, ada masanya untuk ber-sendiri dengan diri saya pribadi. Saya kadang-kadang juga butuh baca Novel@red. Dan ada waktu untuk pekerjaan juga ada waktu untuk liburan, misalnya 'washing eyes?' cuci mata, istilahnya. dsb. Meskipun saya terlihat terlalu aktif disini, bukan berarti saya telah membunuh sosialitas dunia nyata saya sama sekali. Tidak! saya tidak terlalu skeptis dengan pertemanan, saya selalu open door bagi siapapun dengan tidak menilai dari struktur sosial atau rases. Dimata saya, semua sama. Semua selalu memiliki dua sisi bertolak belakang satu sama lain. Bahwa Selalu ada Dua Mata pada satu wajah. Bukan satu, sebagai pembanding persepsi. Dan manusia, sama-sama selalu membutuhkan konektifitas sebagai bentuk apresiasi dari bahasa jiwa. Hanya saja...saya tidak bisa dan belum bisa untuk terlepas dari jerat Dunia Maya ini. Saya seperti telah di-candu-i oleh sistem pertemanan semu yang akrab ini. Misalnya Bidadari Surga?
Barangkali juga saya mungkin terlihat terlalu agresive dengan opini dan logika saya disini yang barangkali juga hanya hasil analisa sederhana tanpa ilmu. Saya terlihat tidak sungkan tanpa terkecuali pada siapapun yang meskipun secara kontak langsung belum sama-sama pernah dilakukan. Tapi entah mengapa, saya telah meng-akrab-i jiwa-jiwa yang selalu saya selami dari genangan aksara-aksara yang mengalir setiap hari disini, di wall facebook saya yang mungkin saja saya salah menilai atau mungkin juga justru benar, bagi saya itulah kehidupan, yaitunya menilai. Melihat dan memutuskan. Semua baik, dan semua imajinatif, serta Visioner. Saya menyukai itu. Berbagi Ruang Ilmu sebagai pengalaman. Pengajaran Diri dan perbandingan Pola Fikir. Bagi saya itulah pertemanan, berbagi kebaikan yang saling menguatkan satu sama lain, bukan ke-saling-menekan-an atau adu taji, adu taring. karena saya bukan Buaya atau Bear. Dan pada kenyataan dunia nyata saya, saya tidak terlalu aktif untuk berargumen selain mendengarkan, tersenyum dan sedikit kelakar. Dan anda tidak akan temukan sedikit ilmu-pun dalam sistem pertemanan dunia nyata saya. Karena saya tidak terlalu suka menonjolkan diri dalam pergaulan dunia nyata.

Comments

Popular posts from this blog

Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth?

 Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth? Rachmatunnisa - detikInet Monday, 03 Feb 2025 20:02 WIB Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Photo: Godzilla - 2014 (doc. imdb.) Jakarta- During the 3.5 billion years of life on Earth, the most gigantic creature created on this planet and surviving until now is the blue whale. Weighing 150 tons and 30 meters long, the blue whale is truly a giant creature. Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Maximum Cell Growth Size From small things, big things grow, including single cells of living things. For your information, most self-replicating cells throughout the biosphere can only be seen with the aid of a microscope. The maximum growth size of a single cell involves various reasons, and all of them are based on principles embedded in chemistry and geometry. For example, the ratio of an object'...

Daftar harga HP Samsung galaxay a14 murah meriah 2024

  Daftar Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru Maret 2024 dan Spesifikasi 3.3 Semua   6/128GB RAM 6 GB, Resolusi Kamera 50 MP, Ukuran Layar 6.6 inch, Kapasitas Baterai 5000 mAh Lihat selengkapnya > Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru RAM 6GB ROM 128GB Rp 2.035.755

5. Reasons for the rejection of the TNI Bill

 Based on Tempo's monitoring, students who took part in the demonstration had to retreat towards Senayan Park. The police officers who walked carried tactical shields and batons. There were also police officers using two-wheeled vehicles carrying tear gas launchers. The police flanked two roads, first from the direction of Senayan Park, then from the direction of the Petamburan flyover. The students finally split into various directions such as Senayan Park, the flyover towards Semanggi and the S. Parman toll road. Tempo also monitored that several students were arrested by the police. The officers who used two-wheeled vehicles chased the protesters. Two motorbikes belonging to the demonstrators were forced to be abandoned by them so as not to be caught by the police. 5. Reasons for the rejection of the TNI Bill The ratification of the TNI Bill was rejected, one of which was from the Indonesian Caucus for Academic Freedom (KIKA). In an online press conference titled “Legislative Cr...