Skip to main content

DEK, BOLEHKAH AKU SEDIKIT MENDEKAT?

Yandi Piliang
5 Juni pukul 6:37 ·
DEK, BOLEHKAH AKU SEDIKIT MENDEKAT?

Ada yang ingin ku bisikkan ditelinga mungilmu tentang pagi. Tentang kumbang-kumbang dan embun berebut manja menjuntai dipelapah bunganya itu. Kau lihatlah mataku! Sedikiitt...saja. Atau, bahkan dari sekerling sipu-sipu malu lentik bulu mata itu.


Aku rindu dek, aku rindu.
Aku rindu mencumbu mata indah itu dengan kerlingan tatap ke laki-lakian ku, hingga gundah tak lagi rusuh tapi damai selepas badai.

Tanganmu...
.ah! Aku tak tahu betapa sepertinya bahasa pun tak kan mampu menjabarkan. Bulu halus itu, bagaikan barisan semut di dinding kamar kala pecahan gula-gula jatuh dilantainya. Dan... Dan tanganmu tak mampu ku lukiskan dengan kata-kata, dek. Putih itu magnet bagi sepasang asa dua bola mata ini. Menjalari setiap lapisannya yang tak bergerigi.


Oh ya, aku memang tak mahir meracik aksara menjadi minuman kesukaanmu. Aku tahu bila aku tak pandai merangkai rayuan seperti kekasih mu nan telah lalu kemudian meninggalkan genangan airmata. Hanya saja aku bukan belati. Aku bukan tajam mata pedang menghunus disebalik kilatan pada besinya.


Kemudian dek, kau layangkanlah pandangan itu kepada menghampar taman-taman ini.
Itu! Kau lihat kan? Disudut taman disana itu ada seekor kumbang yang sedang mabuk pada sari kelopak mawar. Dan...itulah aku, kepadamu. Sebentuk asa ini memang tak berpatri pada ketidak pantasan wujud yang kau miliki, namun berontak rasa adalah penindasan yang tak pernah mampu aku tolak.


Sekarang kau paham bukan?
Aku hanya tidak ingin rintihan sembunyi sisi hati ini selalu merengek pada kehendak rasa sehingga ku lupakan segala ketidak pantasan sekedar untuk bisa dekat denganmu. Sekedar bisa meraih mawar terindah sisi hatimu.


Dan kau lihatlah! Ada tampak olehmu?
Taman-taman hatiku telah berbenah hanya sekedar kau bisa tumbuh disana.

Comments

Popular posts from this blog

Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth?

 Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth? Rachmatunnisa - detikInet Monday, 03 Feb 2025 20:02 WIB Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Photo: Godzilla - 2014 (doc. imdb.) Jakarta- During the 3.5 billion years of life on Earth, the most gigantic creature created on this planet and surviving until now is the blue whale. Weighing 150 tons and 30 meters long, the blue whale is truly a giant creature. Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Maximum Cell Growth Size From small things, big things grow, including single cells of living things. For your information, most self-replicating cells throughout the biosphere can only be seen with the aid of a microscope. The maximum growth size of a single cell involves various reasons, and all of them are based on principles embedded in chemistry and geometry. For example, the ratio of an object'...

Daftar harga HP Samsung galaxay a14 murah meriah 2024

  Daftar Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru Maret 2024 dan Spesifikasi 3.3 Semua   6/128GB RAM 6 GB, Resolusi Kamera 50 MP, Ukuran Layar 6.6 inch, Kapasitas Baterai 5000 mAh Lihat selengkapnya > Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru RAM 6GB ROM 128GB Rp 2.035.755

5. Reasons for the rejection of the TNI Bill

 Based on Tempo's monitoring, students who took part in the demonstration had to retreat towards Senayan Park. The police officers who walked carried tactical shields and batons. There were also police officers using two-wheeled vehicles carrying tear gas launchers. The police flanked two roads, first from the direction of Senayan Park, then from the direction of the Petamburan flyover. The students finally split into various directions such as Senayan Park, the flyover towards Semanggi and the S. Parman toll road. Tempo also monitored that several students were arrested by the police. The officers who used two-wheeled vehicles chased the protesters. Two motorbikes belonging to the demonstrators were forced to be abandoned by them so as not to be caught by the police. 5. Reasons for the rejection of the TNI Bill The ratification of the TNI Bill was rejected, one of which was from the Indonesian Caucus for Academic Freedom (KIKA). In an online press conference titled “Legislative Cr...