Skip to main content

KABAR POLISI MADIUN JATIM AKAN MENILANG KEPADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR YANG MENHGUNAKAN SENDAL JEPIT APA BENAR..?

 

MADIUN - Kabar polisi akan melakukan tindakan tilang kepada pengendara sepeda motor yang memakai sandal jepit ramai beredar di tengah masyarakat.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko memastikan pemakaian sandal jepit ketika mengendarai sepeda motor tidak akan ditilang.

Namun pihaknya mengimbau agar pengendara sepeda motor hendaknya menggunakan sepatu atau alas kaki lain yang lebih aman dipakai saat berkendara.



Tak Boleh Bersandal Jepit saat Naik Motor? Polres Madiun Kota Angkat Bicara: Lebih Baik BersepatuJumat, 17 Juni 2022 09:53



Polres Madiun Kota Tidak Akan Menindak Pengendara Sepeda Motor yang Mengenakan Sandal Jepit, Namun Diimbau Agar Menggunakan Alas Kaki Yang Lebih Aman saat Berkendara.



TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kabar polisi akan melakukan tindakan tilang kepada pengendara sepeda motor yang memakai sandal jepit ramai beredar di tengah masyarakat.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko memastikan pemakaian sandal jepit ketika mengendarai sepeda motor tidak akan ditilang.

Namun pihaknya mengimbau agar pengendara sepeda motor hendaknya menggunakan sepatu atau alas kaki lain yang lebih aman dipakai saat berkendara.

"(Memakai sandal jepit) tidak akan ditilang tapi lebih baik menggunakan sepatu agar lebih safety (aman). Jadi untuk penilangan tidak akan kami lakukan," kata Dwi, Jumat (17/6/2022).

Dwi mencontohkan, jika Kota Madiun baru saja diguyur hujan atau terik matahari sangat menyengat tentu lebih aman menggunakan sepatu.


Kaki pengendara tidak akan terpapar panas matahari ataupun mencegah terpeleset jika jalan sedang licin.

"Lalu misalnya terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti kecelakaan lalu lintas, itu bisa melindungi anggota atau bagian tubuh kita," terangnya.

Lebih lanjut, Dwi juga memastikan pengendara sepeda motor yang mengenakan sandal jepit tidak akan ter-capture atau terfoto mobil INCAR yang akan gencar akan dilakukan patroli dalam masa Ops Patuh Semeru 2022 ini.

"Kita memang sedang dalam masa Ops Patuh Semeru 2022 mulai tanggal 13 Juni hingga 26 Juni 2022, namun pemakaian sandal jepit tidak masuk dalam sasaran," jelas Dwi.

Dalam Ops Patuh Semeru 2022 yang akan menjadi sasaran Satlantas Polres Madiun Kota adalah penggunaan safety belt (sabuk pengaman), ambang batas kecepatan, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, serta dalam pengaruh alkohol.

Setiap hari, Polres Madiun Kota setidaknya memotret 200-300 indikasi pelanggaran lalu lintas di Kota Madiun, namun hal tersebut masih akan dilakukan konfirmasi ulang.

"Penindakan secara stationer tidak ada, tapi kalau ada pelanggaran kenalpot brong, ataupun balap liar nanti bisa disesuaikan," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com



Comments

Popular posts from this blog

Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth?

 Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth? Rachmatunnisa - detikInet Monday, 03 Feb 2025 20:02 WIB Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Photo: Godzilla - 2014 (doc. imdb.) Jakarta- During the 3.5 billion years of life on Earth, the most gigantic creature created on this planet and surviving until now is the blue whale. Weighing 150 tons and 30 meters long, the blue whale is truly a giant creature. Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Maximum Cell Growth Size From small things, big things grow, including single cells of living things. For your information, most self-replicating cells throughout the biosphere can only be seen with the aid of a microscope. The maximum growth size of a single cell involves various reasons, and all of them are based on principles embedded in chemistry and geometry. For example, the ratio of an object'...

Daftar harga HP Samsung galaxay a14 murah meriah 2024

  Daftar Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru Maret 2024 dan Spesifikasi 3.3 Semua   6/128GB RAM 6 GB, Resolusi Kamera 50 MP, Ukuran Layar 6.6 inch, Kapasitas Baterai 5000 mAh Lihat selengkapnya > Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru RAM 6GB ROM 128GB Rp 2.035.755

5. Reasons for the rejection of the TNI Bill

 Based on Tempo's monitoring, students who took part in the demonstration had to retreat towards Senayan Park. The police officers who walked carried tactical shields and batons. There were also police officers using two-wheeled vehicles carrying tear gas launchers. The police flanked two roads, first from the direction of Senayan Park, then from the direction of the Petamburan flyover. The students finally split into various directions such as Senayan Park, the flyover towards Semanggi and the S. Parman toll road. Tempo also monitored that several students were arrested by the police. The officers who used two-wheeled vehicles chased the protesters. Two motorbikes belonging to the demonstrators were forced to be abandoned by them so as not to be caught by the police. 5. Reasons for the rejection of the TNI Bill The ratification of the TNI Bill was rejected, one of which was from the Indonesian Caucus for Academic Freedom (KIKA). In an online press conference titled “Legislative Cr...