Skip to main content

Viral ada kontes putri jawa di negara suriname nama belakang di sorot media karena menggunakan nama jawa

 



TRENDING VIRAL

Unik, Kontes Putri Jawa di Suriname, Nama Belakang dan Paras Peserta Disorot


Pakai Bahasa Jawa

Info Viral; Ajang Putri Jawa Suriname 2022 viral di sosial media. Lantaran keunikan acara dan para pesertanya. Pasalnya kontes kecantikan ini diikuti para wanita dari negara Suriname keturunan suku Jawa.

Poster acara yang menampilkan 15 foto dan nama finalis pun ramai jadi perbincangan netizen. Warganet menyorot penampilan peserta yang masih memiliki paras khas orang Jawa. Padahal sebagian besar peserta lahir di Suriname, di wilayah Amerika Selatan.

Nama belakang para peserta juga disorot lantaran mempertahankan nama asli orang Jawa. Nama-nama mereka diantaranya Ngadino, Katidjo, dan Wirokarso.

Seperti yang kita ketahui, Suriname adalah negara di Amerika Selatan di mana penduduknya banyak keturunan orang Jawa. Dimasa penjajahan, Belanda membuka kesempatan warga Jawa bermigrasi ke sana.


Masyarakat Jawa itupun hidup berkelompok dan mewariskan kebudayaan serta bahasa turun temurun. Tak heran jika hingga kini masih banyak ditemukan warga negara Suriname yang fasih berbahasa Jawa.

Peserta Wajib Gadis Suriname Keturunan Jawa

Poster acara Putri Jawa pertama kali diposting di akun FB official Putri Jawa.

“Ayo putri ayu lan manis kabeh, padha melu kontes iki. Salam manis! Groetjes! (ayo putri yang manis ikutan acara ini. Salam Manis) ,” tulis ajang tersebut di Facebook.

Syarat untuk ikut ajang ini cukup mudah. Peserta wajib berusia 17 sampai 25 tahun dan belum menikah serta belum punya anak. Selain itu peserta wajib warga negara Suriname yang keturunan Jawa minimal dari salah satu orang tua. Terakhir adalah peserta berpenampilan menarik dan tidak pernah terlibat kriminalitas.

Tak butuh waktu lama, sebulan kemudian Putri Jawa Suriname pun telah memilih 15 kontestan berprestasi.Mereka bahkan menggelar ‘selamatan’ yang kental dengan adat Jawa. Acara puncak final akan diselenggarakan pada 30 Juli 2022.

Dalam foto-foto yang diunggah, para finalis telah melakukan berbagai persiapan untuk tampil prima di babak pemilihan.

“Para bapak saha para ibu sing tak hormati, saka senenge ati kita, kita nyuguhake sing padha melu sayembara Putri Jawa Suriname 2022. Mangga,” bunyi caption unggahan tersebut.

“Dengan bangga menampilkan 15 kontestan Putri Jawa Suriname 2022′,” begitu arti tulisan dalam poster tersebut.

Kontes kedua Usai 20 Tahun Mati Suri

Sharon Pawiroredjo salah satu petinggi di organisasi yang menyelenggarakan Putri Jawa Suriname menerangkan, kontes ini adalah kali kedua dilakukan. Kontes pertama kali pertama digelar pada 2002.

Penyelenggaraan adalah Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (VHIJ). Ini adalah organisasi budaya Jawa terbesar di Suriname yang beranggotakan para imigran Jawa di sana. VHIJ didirikan pada 1985 dan anggotanya masih aktif berkumpul hingga sekarang.

“Setelah 20 tahun, organisasi kami merasa perlu untuk mengadakan kontes kecantikan spesial ini lagi. Setelah tantangan baru-baru ini dengan pandemi, akibatnya semua kegiatan (budaya) terhenti dan tidak banyak acara (budaya) untuk kalangan muda,” tutur Sharon.

Pemenang Putri Jawa Suriname 2022 tidak hanya dinilai pada penampilan dan presentasinya. Tetapi juga karisma, kepercayaan diri, fasih berpidato, serta pengetahuan budaya.

Sharon Pawiroredjo melanjutkan antusiasme warga lokal terhadap kontes Putri Jawa Suriname ini sangat luar biasa. Hal ini dilihat dari sorotan media dan pesan serta dukungan yang diterima VHIJ. Sharon juga terkejut dengan pemberitaan masal dari media di Indonesia.

Ia berharap penyelenggaraan konten ini dapat menghidupkan kembali budaya dan ruh Jawa di kalangan anak muda Suriname keturunan Jawa. Kedepan Sharon akan terus menggelar kontes ini setahun sekali.


Comments

  1. Wah saya baru tahu berita unik lomba kecantikan putri ayu ke turunan jawa di Suriname

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth?

 Could Giant Animals Like Godzilla Ever Exist on Earth? Rachmatunnisa - detikInet Monday, 03 Feb 2025 20:02 WIB Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Photo: Godzilla - 2014 (doc. imdb.) Jakarta- During the 3.5 billion years of life on Earth, the most gigantic creature created on this planet and surviving until now is the blue whale. Weighing 150 tons and 30 meters long, the blue whale is truly a giant creature. Has an animal as big as a mountain like Godzilla ever lived on Earth? Even dinosaurs were outclassed by it. Maximum Cell Growth Size From small things, big things grow, including single cells of living things. For your information, most self-replicating cells throughout the biosphere can only be seen with the aid of a microscope. The maximum growth size of a single cell involves various reasons, and all of them are based on principles embedded in chemistry and geometry. For example, the ratio of an object'...

Daftar harga HP Samsung galaxay a14 murah meriah 2024

  Daftar Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru Maret 2024 dan Spesifikasi 3.3 Semua   6/128GB RAM 6 GB, Resolusi Kamera 50 MP, Ukuran Layar 6.6 inch, Kapasitas Baterai 5000 mAh Lihat selengkapnya > Harga Samsung Galaxy A14 5G Terbaru RAM 6GB ROM 128GB Rp 2.035.755

5. Reasons for the rejection of the TNI Bill

 Based on Tempo's monitoring, students who took part in the demonstration had to retreat towards Senayan Park. The police officers who walked carried tactical shields and batons. There were also police officers using two-wheeled vehicles carrying tear gas launchers. The police flanked two roads, first from the direction of Senayan Park, then from the direction of the Petamburan flyover. The students finally split into various directions such as Senayan Park, the flyover towards Semanggi and the S. Parman toll road. Tempo also monitored that several students were arrested by the police. The officers who used two-wheeled vehicles chased the protesters. Two motorbikes belonging to the demonstrators were forced to be abandoned by them so as not to be caught by the police. 5. Reasons for the rejection of the TNI Bill The ratification of the TNI Bill was rejected, one of which was from the Indonesian Caucus for Academic Freedom (KIKA). In an online press conference titled “Legislative Cr...