Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

hidup itu seperti rumah-makan padang

Deek.... Hidup itu seperti Rumah Makan Padang. Bila Kau Suka Rendang, maka belilah Rendang. Pun bila Kau lebih memilih Asam Padeh, maka belilah Asam Padeh. Ada banyak sekali Pilihan Rasa tergantung selera Kamu. Dan, apa Kau tahu? Asam Padeh pun juga tidak satu farian saja. Ada Asam Padeh Daging, Asam Padeh Kepala Ikan serta ada Asam Padeh Ikan Laut, maupun Ikan Air Tawar. Maka Kamu pilih yang mana? Jangan lalu Kau lebih memilih untuk tidak makan hanya gara-gara Asam Padeh yang Kau sukai sedang habis Dek. Masih ada Asam Padeh yang sama meskipun tidak Kepala Ikan seperti yang Kau minta tapi masih Ikan. Rasanya akan sama meskipun tidak persis sama, namun percayalah bahwa rasa itu memiliki keunikannya masing-masing. Begitupun Hidup. Bila Kau tidak menyukai dia, maka ada ia yang lain. Ada mereka! Pun juga ada mereka-mereka yang lain lagi. Ada yang berkumis tipis, ada yang justru berjenggot namun tidak berkumis. Atau, ada Dia yang tidak memiliki kedua-duanya. Tidak berkumis dan tidak be...

MEREKA BERPENDAPAT SENI LUKIS DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH BAKAT DENGAN MISKIN NILAI EKONOMI

mencatatkan bahwa Seni Rupa hanya mampu melahirkan para Imajiner tanpa visi selain daripada fantasi yang kurang bernilai ekonomi karena rata-rata professional pada bidang Seni Lukis tidak memiliki kehidupan yang lebih baik selain meninggalkan kenangan yang kemudian meskipun bernilai tinggi namun mereka tidak sempat menikmati hasil dari apa yang telah mereka upayakan. Sedangkan Kita tahu bahwa Profesi adalah Faktor Penting sebagai Penunjang Tingkat Kebahagiaan. Misalnya Nilai Uang sebagai Penggerak Keberlangsungan Hidup suatu individu. Padahal Seorang Arsitek juga terlahir dari bakat ini. Yaitu Seni Rupa yang terarah dan terkonsep. Itulah sebabnya mengapa Seorang Orang Tua harus mampu jeli untuk melihat prospek dan kemudian mengambil kesimpulan lalu mengembangkan sehingga mereka akan terlahir sebagai Professional dibidangnya dengan bakat yang terasah dengan baik.> by yandi piliang

selalu ada dua mata dalam satu wajah

GIVE ME YOUR HEART AND YOUR SOUL. Saya akui bahwa saya memang tidak terlalu aktif dalam pergaulan Tatap Wajah meskipun saya juga bukan terlalu Kurang Pergaulan. Ada, tapi tidak terlalu banyak. Bagi saya segala sesuatunya harus Under Control. Saya menyebutnya The Self Manage. Bahwa ada masa untuk kebersamaan, ada masanya untuk ber-sendiri dengan diri saya pribadi. Saya kadang-kadang juga butuh baca Novel@red. Dan ada waktu untuk pekerjaan juga ada waktu untuk liburan, misalnya 'washing eyes?' cuci mata, istilahnya. dsb. Meskipun saya terlihat terlalu aktif disini, bukan berarti saya telah membunuh sosialitas dunia nyata saya sama sekali. Tidak! saya tidak terlalu skeptis dengan pertemanan, saya selalu open door bagi siapapun dengan tidak menilai dari struktur sosial atau rases. Dimata saya, semua sama. Semua selalu memiliki dua sisi bertolak belakang satu sama lain. Bahwa Selalu ada Dua Mata pada satu wajah. Bukan satu, sebagai pembanding persepsi. Dan manusia, sama-sama se...

TOUR KELILING INDONESIA DENGAN SLOGAN BHINNEKA TUNGGAL IKA.NAIK SEPEDA

TOUR KELILING INDONESIA DENGAN SLOGAN BHINNEKA TUNGGAL IKA. Sebuah Kontribusi yang Sangat Membanggakan dari sebuah Aksi Anak bangsa yang meneriakkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat untuk penyatuan tekad dari kepingan-kepingan keberagaman yang seperti mulai terkoyak. Saya menemukan ini pada suatu sore di pinggiran Danau Singkarak. Saya mengamati pesan yang Ia sampaikan dan Saya tertarik kemudian mengabadikan dalam bentuk bingkai photo. Sebagai apresiasi dari antusiasme Saya, Saya sempat menanyakan daerah asalnya. Katanya dari Ternate, Maluku Utara, Indonesia Timur dan sedang melakukan tour keliling Indonesia dengan Slogan Bhinneka Tunggal Ika. Mmm....Andai semua Anak Bangsa berpandangan sama, maka Kita akan utuh sebagai sebuah Bangsa yang Besar yang tumbuh dari keberagaman untuk satu tujuan sebagai Indonesia sebagai wujud dari cita-cita Bangsa. Sebagai penghormatan bagi Para Pejuang Bangsa yang telah membuat Bangsa ini ada dan berdiri tegak sampai detik ini.

Ada sebab maka akan ada akibat. Ada perbuatan maka akan lahir hasil sebagai balasan

AKSI DAN REAKSI. Ditulis oleh: saya. Ada sebab maka akan ada akibat. Ada perbuatan maka akan lahir hasil sebagai balasan. Kita berbicara kemudian dicerna orang lain. Kita berbagi, kemudian akan berpengaruh terhadap pola pikir orang lain. Tidak semua kebaikan itu akan dianggap kebaikan. Adakalanya orang lain menerima karena mereka melihat dari sisi positifnya. Ada sebagian yang lain justru sebaliknya, mereka akan beranggapan beragam. Mungkin ada yang berpendapat bahwa setiap apa yang mereka terima dan baca hanyalah wujud dari bentuk upaya orang lain untuk menunjukkan kapabilitas diri mereka di hadapan orang lain, sehingga kemudian mereka berkata bahwa kita pamer, dan mungkin juga terlalu pongah dsb. Namun apapun itu, kita tidak bisa menghukum pendapat. Kita tidak bisa menghalangi orang lain untuk berpikiran dalam bentuk apapun. Apakah itu negatifitas atau justru positivisme. Dan semua kepala bebas untuk itu. Adapun aku disini, aku tidak dalam pendapat negatif tersebut. Karen...

BUKU AKAN SENANTIASA DIAM MENYIMPAN SEMUA KEKAYAAN NYA, MESKIPUN TERLUPAKAN DAN TIDAK TERJAMAH.

BUKU AKAN SENANTIASA DIAM MENYIMPAN SEMUA KEKAYAAN NYA, MESKIPUN TERLUPAKAN DAN TIDAK TERJAMAH. DITULIS OLEH: SAYA. yandi piliang Konon Katanya menurut khabar, di Negara Maju itu Masyarakatnya lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk "Membaca" sehingga Pustaka-pustaka Umum tidak lagi menjadi Bangunan Mati tanpa Pengunjung. Di Sini(Indonesia), rata-rata Pengunjung Pustaka Umum yang disediakan Pemerintah tidak pernah mampu untuk menarik Minat Baca Masyarakat dengan hasil Signifikan alias masih tetap sangat jauh di bawah harapan Minat Baca sebagai upaya untuk Mencerdaskan Bangsa. Kenapa? Ternyata di sana(diluar sana) Pustaka dikelola secara profesional sehingga Pustaka menjadi menarik dan bahkan telah dijadikan Semacam Taman sehingga Membaca kemudian menjadi menarik dan lalu dijadikan Agenda Wajib oleh masyarakatnya untuk mengisi Waktu Liburan(rata-rata masyarakat moderen Jepang menghabiskan Dua Jam di Pustaka setiap hari minggu). Nah, jika pengelo...

GEMURUH JIWA BERSAUH HUJAMAN DALAM- PADA JANTUNG HATI.

gEMURUH JIWA BERSAUH HUJAMAN DALAM PADA JANTUNG HATI. KISAHKU. Aku mengawali kisahku dari kerlingan mata nakal. Canda yang ternyata menumbuhkan rasa. Lalu aku terjerat ketidak sengajaan itu hingga sulit melepas diri dari sekatnya, walaupun diingatan sudah tidak lagi sekuntum rindu dan telah tidak mungkin melanjutkan kisah usang nan itu. Namun untuk berlari menjauh, pijakanku selalu saja tak pernah bisa tanggal dari bayangannya. Pernah suatu ketika aku mengalah. Meraih anak-anak tangga harapan sekedar menggapai sisi hatinya lagi. Namun ia telah membatu diam tak bergeming. Bahkan dengan tetesan hujan airmata sekalipun. Pernah pula aku berlari. Melempar kepingan hambar bayangan retak itu ke dalam cukam pendustaan  kehendak diri, namun angin selalu saja tak pernah diam menampar daun-daun rindu itu lagi. Aku dilema antara kehendak buntu dan penolakan hasrat. Diantara jeruji hati ku penjarakan mimpi. Lalu tangisannya pecah seumpama malam menguak dari sekepulan rata...