Skip to main content

Posts

tuk soul mate

Sayang … disaat ini aku terbangun dari mimpi Disaat mentari bahkan belum muncul dari ufuk timur Disaat cahayanya belum terang dan membelah cakrawala Disaat aku masih merasa kedinginan didekapan guling dan selimut tua Sayang … disaat ini aku terbangun dari tidurku Diantara sadar dan tidak aku membayangkan dirimu Membekap erat tubuh hinaku; mencium mesra bibir keringku Mengusap lembut kulit kasarku Sayang … disaat ini aku terbangun dari asaku Antara merindukan dirimu dan mentari aku termangu Antara menginginkan hangatnya dirimu dan mentari aku berseru pada-Nya Antara keinginan untuk mencintai dan kebebasan aku berdoa Sayang … aku masih tertidur walau mataku mendelik tajam keawang-awang Aku masih bermimpi disaat ku sadar aku telah berdiri Aku masih mengigau disaat aku sedang menulis Aku masih berharap disaat harapan itu mungkin telah pergi Sayang … disini bersama kesendirianku Aku ingin mencari secuil asa dan ingin kuharubirukan dunia ini Dengan cinta dan sentu...

mengapa selingkuh

Ya, tipe tulisan yang biasa-biasa saja ~ memangnya selama ini tulisanku ga biasa :mrgreen: ~ Tertarik saat ada seorang teman yang menceritakan penderitaan karena adanya perselingkuhan dalam hubungannya. Parahnya si kekasih yang brengsek karena ga punya mata yang baik karena melentarkan temanku yang cantik ini bilang kalau dia melakukannya karena kurang mendapat perhatian dari temanku. Ah, kasian temanku yang cantik ini … * sambil merangkul mencoba memberi semangat * Maka saya memutuskan untuk menulis sebelum mengajar di hari yang terakhir sebelum pulang kampung di besok hari, mengeluarkan unek-unek biar gak mengganggu nantinya

kau hilang

Bayangmu semburat Memantul dari balik kabut di seberang sungat besar … dan angin yang coba tiup kabut itupun, kucoba halangi dengan tangan dengan siulan dengan hardikan Tapi tak bisa ! Karna bayang itu yang kukira bayangmu ternyata tak lebih daripada siluet pepohonan di seberang sungai didepan bulan ditepian sungai besar Sesaat kemudian bayangmu pun akhirnya, sirna … hilang tak berbekas hingga ku hanya sanggup ucapkan sampai jumpa dipintu surga ….

cita-citaku hanya setinggi ranjang

Aku tertegun, tak tahan aku Kaki ku sakit, tak diam aku Bibirku ngilu, tak ingin aku Hatiku kelu, tak tahu aku Ah, dinda purnama tertutup abu Kapan kah rasa kan tersampaikan? Apakah saat menunggu kalbu ini menghilang Atau kupaksa tuk mengatakan lalu ku pergi … Disini dinda aku memulai, tak tentu arah, tak jua jadi Apakah diri blum dewasa? tak cukup muda tuk temanimu, sehari semalam di piraduan

aku lelah dari sadar

Aku lelah, bukan karena ingin menyerah … Hatiku pilu, bukan karena patah hati; Tapi dimana perhentian ini berlaku, ini yang buatku tersedak Terduduk pada kursi pesakitan, tempat pesakitan para pekerja Tempat perkosaan pemikiran berlaku Tanpa ada tempat untuk mengadili, serta tiada saat untuk bertahan; Selain diam tanpa daya; menunggu vonis mati dari para tuhan tanpa nama Yang saling bersenggolan memberi upeti di bawah meja Aku sadar kini dalam kemabukanku tentang kita; Aku sadar kini tentang kekuatiranmu tentang diriku; Aku bisu tuli tentang riak kecil dalam hatimu; Akal sehat ku berlalu dari hati, tercabut dari tempat seharusnya Lalu apa maumu kini? Apa memang semua harus berlalu tanpa harus ada pertalian kembali Atau memang ada jalan untuk kembali segarkan diri Kembangkan sikap untuk peduli dan mencari sekedar sebuah pembenaran Tentang pertanyaan kemana sebenarnya engkau inginkan aku pergi Ah, apa aku harus maju dan meraih apa yang tlah ada, atau aku harus per...

kau memang pengecut

Aku memilihmu, bukan karena aku yakin … tapi karena aku bodoh percaya dengan roman percintaan aku mengiginkanmu karena, aku yakin cintaku akan berjalan bak gunung dan lembah yang memabukkan Tapi ternyata semuanya ini tiada berujung pada percintaan sejati karena yang muncul kembali di hatiku adalah percintaan satu malam di tempat paling keji disuatu sudut belantara dunia paling kelam aku, karena aku lelaki brengsek yang terlahir dari liang rahim penggoda dari cinta yang tiada jelas siapa lelakinya … aku, memutuskan diri untuk menyerah dan lari tapi dunia tiada pernah mau tahu masa laluku selalu menjadi hantu … ah, tolong maafkanlah … disaat ku tahu kau mau tulus menerima diriku, aku telah berpaling dan kalah dengan ketakutanku lalu memilih untuk lari dan menjadi serigala kembali ————————————————————— Kadang kita berpikir begitu kurang dan bahkan menjadi orang terhina saat berjalan dengan sepatu kulit butut yang tidak mengkilat bak kaca lagi, sampai ...

kasih jadilah tempatku untuk menangis

Kalau memang sedemikian rapuhnya hati ini, tentu saja aku akan pergi menjelajahi dunia fana dan menyeberang ke dunia mimpi. Bertemu dengan kupu-kupu surga yang berterbangan kian kemari, hinggap diantara bebungaan taman yang indah tempat para malaikat saling bercanda dan mungkin bersendawa. Ya! Mungkin saja aku terlalu naif untuk menjadikan dirimu sebagai pelukan terakhir di akhir tidurku. Tapi tidaklah hal ini juga menjadikan diriku sebagai lelaki yang siap untuk dirimu jadikan kacung di episode dari drama kehidupmu, seperti seekor kerbau yang telah kau tusuk hidungnya dengan gelang kecil yang bisa kau paksa untuk kau kendarai dengan liar kesana kemari; lalu dijadikan pembajak sawahmu? Tapi walaupun demikian, disaat perhatianmu adalah menjadikan diriku cerita indah di akhir cerita kehidupanmu di Dunia, tidaklah aku inginkan agar dirimu lebih mengharapkan Surga dibandingkan keinginan untuk selalu bersamaku di Dunia fana ini. Karena di surga tiada lagi dirimu dan aku b...