Skip to main content

Posts

agriculture in Indonesia is still traditional

Speaking of agriculture, of course I really understand how the traditional techniques used by Indonesian farmers have been a long time ago. Indonesian farmers still use traditional farming techniques in farming and harvesting. During the course of my life, I also experienced, how it felt "tandur (planting rice), matun (pulling grass), and derep (rice harvesting)" using makeshift tools such as ani-ani, sickles, hoes, even plowing fields still using buffalo . As time went on, my age grew and the times also changed. Humans are getting smarter and able to create super-sophisticated technology to facilitate all their work. Likewise with agricultural techniques, now more advanced and sophisticated. Agricultural production tools are created to make it easier for farmers to cultivate the land until the production process. The machines for plowing fields such as tractors to machines for harvesting rice were made in such a way as to facilitate farmers in the production process. I...

TANAH ASAL, NEGRI PARA RAJA RAJA.

TANAH ASAL, NEGRI PARA RAJA RAJA. Siang ini masih the same just like before. Tidak ada yang istimewa untuk diceritakan selain 'Waiting without doing a thing at all' artinya masih Spend out My Time just like that. And flowing no meaning inside till the day had come. Hanya saja...disini ada banyak sekali Obat Cuci Mata yang cukup menghibur meskipun 'Can See it, can't enjoy it'. But, it's okay because barangkali God asking Me to enjoy the time. Full of restless and manjakan diri  dengan secangkir kopi full of variety. Ada 'Mirna Coffee(Vietnam Coffee). Latte and something bad. Expresso Coffee...wuw... it's so tasty and makes my tongue 'Kepleset' Man! Haha... ternyata Negeri Para Raja-raja ini fullfill of Pretty Woman. Tinggi Langsing(bukan dada rata), White Skin(Almost White) dengan Rambut Lurus Hitam menjulai. Wow....it's so exciting lah pokoknya, sampai-sampai forgetting of my village. Dan ternyata semua harus mendobrak schedule ...

BAPAK BENAR, BAHWA KEBANGGAAN ITU HARUS DICIPTAKAN.

BAPAK BENAR, BAHWA KEBANGGAAN ITU HARUS DICIPTAKAN. "Dan...laki-laki tidak diciptakan untuk menangis." Itu Kata Bapak suatu hari kepadaku. "Mereka dirancang untuk tangguh seperti besi dan kuat seperti baja. Sekali terjatuh ialah pelajaran untuk tidak lagi terjatuh dengan cara yang sama. Dan jatuh mengajarkan ke hati-hatian hingga kemudian berlari sekencang mungkin lalu menaklukkan dunia. Laki-laki itu...Si Nakal yang Paling Bandel. Seribu luka adalah kebanggan dan bukan sebagai sebab bagi penumbuh jera." Aku mengaminkan itu semua hingga tidak beda antara luka dan kemolekan alamiah. Namun aku masih saja berlari dan berlari hingga mimpi itu nyata di genggaman. Setelah itu...Bapak benar, bahwa kebanggaan it harus diciptakan. Let's fight for a better dream we had inside the shell we hide our soul within

TAK HENDAK MEMETIK SANJUNGAN, AKU HANYALAH KEBERANIAN YANG TEGAR DEMI KEBENARAN.

TUNAIKANLAH TUGASMU. WAHAI DIRI,MESKIPUN BINTANG MAMPU ENGKAU RAIH,INGATLAH TANAH PIJAKANMU YANG SLALU MENANTI DAN KAU PASTI KEMBALI. UNTUK ITU, JAGA SIKAPMU! JAGA LISANMU, JAGA LAKU. KAMU TIADA DIBIARKAN BERSEKEHENDAKMU, ENGKAU DIAWASI, DIEMBANKAN TUGAS DAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN. MAKA TUNAIKANLAH TUGASMU DAN PETIKLAH BINTANG SEBANYAK YANG ENGKAU MAU,SEBAGAI HIASAN DITATAPMU, MENJELANG ENGKAU TERTIDUR LELAP SELAMANYA. JADILAH ARIF BUKAN NA'IF, BIJAK BUKAN TAMAK, PATUH BUKAN ANGKUH, BERWELAS ASIH LAH AGAR NYA SAYANG. SELAMAT PAGI. Tak hendak meraup pujian, aku hanya menyuarakan suara yang tak sempat menggema lantang. Meneriakkan kebenaran dari balik tirani. Mewakili yang tak sempat terwakilkan. Mendampingi yang terlupakan. Suara ku ialah teriakan jerit nurani. Bahasa kesucian hati-hati terlindas ke kejaman takdir. Tak hendak memetik sanjungan, aku hanyalah keberanian yang tegar demi kebenaran.  Tak berpijakan, tak bersandaran. Namun ada karena kebenar...

AKU MEMAAFKAN MU BUKAN BERARTI AKU MENGAMPUNI APA YANG TELAH KAU LAKUKAN ATAS DIRIKU.

AKU MEMAAFKAN MU BUKAN BERARTI AKU MENGAMPUNI APA YANG TELAH KAU LAKUKAN ATAS DIRIKU. Terpuruk diantara daun kering patah diantara ranting nan rapuh, pilu luka ku belum lah kering mengapa kau gores ulang ditempat sayatan yang sama.? Adakah kau tahu? Menerima suatu kekurangan adalah khodrat,dan suatu kelebihan meminta suatu keikhlasan adalah anugrah suatu pemberian. Belum layu bunga cinta yang ku siram terinjak-injak lagi oleh jejak keangkuhan, keegoisan hatimu yang ingin diperhatikan bukanlah tabiat tuk menjadi suatu keistimewaan. Engkau tak menyukai apa itu harumnya dusta ? Tapi engkau selalu menyuguhkan ku dengan manisnya gula tak setia ! jika saja kau menyadari aku berjuang atasmu selama ini dengan darah ditubuh,bukan lagi keringat yang membasah diri,andai saja kau sedikit mau menyadari dan tidak menutup hatimu yang bagai batu hitam itu? Namun, ku selalu menerima angkuhmu,aku selalu tersenyum didepanmu walau hati sangat teriris sembilu dustamu, asalkan engkau merasa bah...

DEK, BOLEHKAH AKU SEDIKIT MENDEKAT?

Yandi Piliang 5 Juni pukul 6:37 · DEK, BOLEHKAH AKU SEDIKIT MENDEKAT? Ada yang ingin ku bisikkan ditelinga mungilmu tentang pagi. Tentang kumbang-kumbang dan embun berebut manja menjuntai dipelapah bunganya itu. Kau lihatlah mataku! Sedikiitt...saja. Atau, bahkan dari sekerling sipu-sipu malu lentik bulu mata itu. Aku rindu dek, aku rindu. Aku rindu mencumbu mata indah itu dengan kerlingan tatap ke laki-lakian ku, hingga gundah tak lagi rusuh tapi damai selepas badai. Tanganmu... .ah! Aku tak tahu betapa sepertinya bahasa pun tak kan mampu menjabarkan. Bulu halus itu, bagaikan barisan semut di dinding kamar kala pecahan gula-gula jatuh dilantainya. Dan... Dan tanganmu tak mampu ku lukiskan dengan kata-kata, dek. Putih itu magnet bagi sepasang asa dua bola mata ini. Menjalari setiap lapisannya yang tak bergerigi. Oh ya, aku memang tak mahir meracik aksara menjadi minuman kesukaanmu. Aku tahu bila aku tak pandai merangkai rayuan seperti kekasih mu nan telah lalu kemudian me...

INI ADALAH TENTANG MEMANJANGKAN SUMBU PIKIRAN.

Ini adalah tentang MEMAHAMI. Memahami bahwa semua orang dibesarkan dengan didikan dan doktrin yang berbeda-beda. Memahami bahwa semua orang mengalami dan melihat kehidupan yang tidak sama. Memahami bahwa semua itu berpengaruh besar terhadap cara pandang dan perilaku seseorang dalam merespon sebuah peristiwa. Memahami bahwa pribadi seseorang di FACEBOOK belum tentu sama dengan pribadinya di dunia nyata.Memahami bahwa pelaku (yang tetap) tidak identik dengan perilaku (yang berubah-ubah). Memahami bahwa Tuhan sendiri yang telah menciptakan perbedaan yang selalu kita pertengkarkan. Pahami, teruslah memahami tanpa henti. Mereka yang menghakimi takkan memahami dan mereka yang memahami takkan menghakimi, Memahami itu susah Menghakimi itu mudah. Itulah kenapa beberapa orang lebih memilih untuk menghakimi daripada memahami. Fhoto hanya sekedar info.>